Budaya positif merupakan suatu kondisi di mana semua orang merasa nyaman, aman, dan dihargai. Budaya positif memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan motivasi belajar, mengurangi stres, dan meningkatkan rasa saling percaya.
Calon guru penggerak memiliki peran penting dalam menciptakan budaya positif di sekolah. Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi dan menggerakkan guru-guru lain untuk menerapkan budaya positif di lingkungan sekolah.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh calon guru penggerak untuk mensosialisasikan budaya positif di sekolah yaitu dengan aksi nyata berupa diseminasi budaya positif melalui berbagai kegiatan salah satunya kegiatan webinar. Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru-guru tentang pentingnya budaya positif dan bagaimana menerapkannya di lingkungan sekolah. Dalam webinar ini, saya menyampaikan materi tentang konsep budaya positif, perubahan paradigma teori kontrol, disiplin positif, hukuman, konsekuensi, kebutuhan dasar manusia, 5 posisi kontrol dan penyelesaian masalah menggunakan segitiga restitusi.manfaat budaya positif, dan praktik penerapan budaya positif di sekolah.
Webinar ini dipandu oleh moderator hebat Pak Purwanto dari provinsi Bengkulu dengan peserta berasal dari berbagai provinsi mulai dari kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu dan Jawa Tengah. Selain mendengarkan pemaparan tentang budaya positif peserta webinar juga akan diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang penerapan budaya positif di sekolah dan cara mengatasi siswa yang melanggar peraturan sekolah menggunakan segitiga restitusi. Pak Tri Goesema Putra contohnya, beliau menanyakan bagaimana cara menangani "siswa yang merokok di kantin sekolah". Di sini saya memberikan sedikit gambaran menyelesaikan masalah ini menggunakan segitiga restitusi. Adapun langkahnya adalah :
- Menstabilkan identitas. Kita harus mengetahui pelanggaran apa yang murid lakukan. Setelah mengetahui baru kita menstabilkan identitas dengan cara memberi pernyataan "Semua orang pernah berbuat salah"
- Validasi tindakan yang salah. Di sini kita harus mengetahui alasan mereka melakukan pelanggaran itu apa
- Menanyakan keyakinan. Setelah memvalidasi tindakan yang salah, kemudian kita bertanya ke murid keyakinan kelas apa yang telah dia langgar, serta menanyakan ke murid tersebut bagaimana mencari solusi berdasarkan keyakinan kelas tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar